Bos GoPay Masuk Daftar 100 Pebisnis Berpengaruh di Asia

Bos GoPay Masuk Daftar 100 Pebisnis Berpengaruh di Asia

Bos GoPay Masuk Daftar 100 Pebisnis Berpengaruh di Asia

Bos GoPay Masuk Daftar 100 Pebisnis Berpengaruh di Asia – CEO GoPay, Aldi Haryopratomo masuk dalam daftar 100 orang dengan bisnis paling bertransformasi di Asia tahun 2020.

Dilansir https://tequila-orendain.com perjuangannya memperebutkan dompet digital konsumen Indonesia terlihat meningkat pesat selama setahun terakhir.

Di Indonesia, negara yang sistem pembayaran tunainya dan tradisional masih marak, kini mulai diramaikan opsi pembayaran digital.

Business Insider mencatat sedikitnya ada 37 operator e-wallet yang sudah mendapat izin beroperasi dari otoritas terkait, yakni Bank Indonesia. Sejumlah aplikasi pembayaran asing seperti WeChatPay dan Alipay dari Alibaba pun diperkirkan akan masuk ke pasar Indonesia tahun ini.

Namun di antara puluhan e-wallet itu, GoPay hingga kini masih menjadi pilihan pertama para konsumen Indonesia. Platform yang satu ini berkembang dari MAPAN, jaringan tabungan yang dibentuk Aldi dan diakuisisi  induk GoPay, GoJek, sejak 2017 lalu.

Keunggulan GoPay Dibanding yang Lainnya

GoPay memiliki keunggulan sebagai penggerak awal di pasar dompet digital Indonesia. Pembeda terkuatnya adalah integrasi eksklusifnya dalam aplikasi GoJek yang memungkinkan konsumen melakukan pembayaran perjalanan, pengiriman makanan, dan jasa lainnya. Pilihannya hanya pembayaran tunai atau GoPay.

“GoPay bertujuan memberikan akses yang setara ke layanan keuangan untuk semua orang di Asia Tenggara,” kata Aldi kepada Business Insider.

“GoJek pertama kali meluncurkan GoPay guna mengatasi ketidaknyamanan penggunaan uang tunai dan membantu pengemudi mengakses pinjaman perumahan dan pendidikan untuk keluarganya,” kata Aldi lagi.

Menurut dia, sejak saat itu, GoPay mengalami kemajuan luar biasa. Terutama dapat membantu jutaan orang menjalankan transaksi tanpa uang tunai pertama kali di Indonesia.

Perjalanan Aldi di rintisan bisnisnya tak selamanya berjalan mulus. Kerikil-kerikil kecil dalam perjalanan bisnisnya berhasil dia lewati.

Aldi bercerita karena satu dan lain hal, usahanya sempat terancam ditutup karena masalah perizinan.

Di tengah keterpurukkannya, Aldi berusaha bangkit. Dia memilih terbuka dan menceritakan permasalahan yang dihadapi kepada karyawannya. Respons karyawannya, di luar dugaan.

“Tim gue yang membuat gue bangkit, waktu kejadian itu saya jujur, ‘sorry guys, dengan ini kita gak tahu mau ngapain. Kita harus cari tahu mau ngapain sebagai perusahaan ini. Kita butuh bantuan dari kamu semua untuk cari, what can we dowhat can we sell. Dan seluruh tim ke lapangan,” kata Aldi kepada IDN Times.

Semasa kecil, Aldi bercita-cita ingin menjadi pemain bola. Namun kini, impiannya adalah menjadikan Indonesia sebagai juara dan membuat bangga Indonesia dengan karyanya.