dampak perpisahan orang tua terhadap anak-anak

dampak perpisahan orang tua terhadap anak-anak

dampak perpisahan orang tua terhadap anak-anak

dampak perpisahan orang tua terhadap anak-anak,- Bagi sebagian orang, menikah menjadi babak baru dalam kehidupan. Anda akan menjalankan kehidupan baru bersama orang yang dicintai hingga lahirlah anggota keluarga baru. Namun tidak semua hubungan bertahan lama akan mengalami perpisahan, efek perpisahan dapat berdampak pada anak kita sendiri, yaitu Broken Home. Kali ini kita akan membahas hal apa saja yang dirasakan anak dari efek perpisahan.

Pengertian Broken Home

Broken home merupakan istilah bagi sebuah keluarga yang orang tuanya telah bercerai. Istilah broken home mulai muncul dalam Bahasa Inggris pada sekitar tahun 1800-an dan mulai dikenal oleh masyarakat pada awal abad ke-20.

Orang tua memiliki alasan mengapa memilih untuk berpisah. Ada beberapa orang tua yang memilih untuk mengatakan hal ini sebelum perceraian terjadi dan ada juga memberitahu anak pasca perceraian. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa ada orang tua yang tidak memberitahukan anak mereka alasan mereka berpisah.

4 Hal yang dirasakan anak Broken Home

Ada banyak perasaan yang timbul dan juga perasaan yang sulit dijelaskan oleh anak setelah orang tua bercerai. Usia anak menjadi salah satu hal yang memengaruhi mereka dalam mengontrol perasaan pasca perceraian.

1. Perasaan marah

rang tua harus mengingat dan menerima kenyataan bahwa meskipun mereka mengakhiri pernikahan dengan seseorang, mereka tidak akan pernah berhenti menjadi orang tua. Pasca perceraian, anak-anak Anda mungkin mengalami krisis transisi.

Perasaan marah pada anak bisa saja muncul dari rasa kecewa terhadap perceraian orang tua. Anak akan merasakan sesuatu yang tidak adil karena perasaan mereka juga ikut dikorbankan. Ungkapan dari perasaan marah dapat menjadi berbagai aksi.

2.  Perasaan rapuh

Tidak hanya orang dewasa yang mengalami patah hati ketika putus cinta. Hati anak pun akan menjadi hancur ketika orang tuanya berpisah karena perceraian dapat menjadi salah satu titik terendah dalam hidup banyak pihak. Salah satu bentuk ekspresi dari anak yang rapuh ialah tangisannya.

3. Perasaan kesepian

Rasa kesepian muncul pada anak pasca perceraian karena sebelumnya anak terbiasa melihat kedua orang tuanya tinggal di rumah yang sama. Namun, setelah perceraian kedua orang tua hidup terpisah. Anak mungkin akan menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab perceraian ketika sedang menyendiri. Oleh karena itu, kesepian juga dapat memicu depresi apabila tidak ditangani dengan benar.

4. Perasaan sensitif

Setelah perceraian orang tua, anak akan cenderung mudah marah, sedih, maupun tersinggung ketika menghadapi permasalahan. Hal ini bisa saja terjadi karena keadaan mental anak yang sedang tidak stabil.