Hari Perawat Sedunia, Tengok Lagi Kisah Perawat Indonesia Perangi Corona

Hari Perawat Sedunia, Tengok Lagi Kisah Perawat Indonesia Perangi Corona

Hari Perawat Sedunia, Tengok Lagi Kisah Perawat Indonesia Perangi Corona – Hari ini, Selasa (2020/05/12), diperingati sebagai Hari Perawat Internasional.

Banyak layanan yang diberikan oleh perawat demi kesehatan masyarakat, terutama sekarang, di tengah-tengah virus pandemi COVID Corona-19.

Ada beberapa macam cerita dari perawat yang pasien memperlakukan virus Corona telah menginspirasi masyarakat terus optimis tentang bencana alam dari penyakit ini.

Tidak sedikit perawat yang meninggal karena COVID-19 yang terinfeksi.

Disusun oleh AFP, berikut adalah beberapa cerita yang dialami oleh perawat selama menjadi garda terdepan dalam memerangi virus corona.

1. Jadilah rela meninggalkan anak dan istrinya demi relawan
Adhi prathama Yudha, seorang perawat dari Situbondo, Jawa Timur, rela meninggalkan istri dan anak-anak yang lebih tua dari 4 tahun untuk menjadi COVID bidang sukarela rumah sakit 19 COVID-19 atlet (RSDC) Wisma, Jakarta Pusat .

“Sepanjang atlet RSDC Wisma, yang bertugas di lantai 29 dan bergabung dengan tim hisop. Apa itu semata-mata karena panggilan hati nurani, demi kemanusiaan,” Yudha, mengatakan Jumat ( 2020/01/05).

Yudha mengatakan gelisah dan hari gelisah View hari adalah jumlah kasus COVID-19 di Indonesia tumbuh. Karena itu, ketika aku mendengar perekrutan tim medis relawan di Jakarta, Yudha tidak ingin membuang-buang waktu lagi.

“Bahkan saya segera diberitahu untuk lisensi, setelah semua, perizinan yang tersedia di sini (Situbondo, red) telah selesai. Saat itu saya langsung diobati. Terima kasih kepada Tuhan, izin cuti dapat meninggalkan akhir Maret, “kata Yudha.

2. Tahan demi perjuangan panjang melawan virus corona
Seorang wanita di Sukabumi, Jawa Barat, yang disebut Dayantri Azhari yang bertugas sebagai perawat di RSDC Wisma atlet kerinduan untuk berbagi pesan tentang kampung halamannya. Dayantri bertanggung jawab atas perawatan pasien dari hari pertama Wisma Atlet diubah menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19 sejak akhir Maret.

“Bismillah dan 13 hari aku berada di rumah sakit darurat COVID-19 Wisma Atlet Jakarta. Mudah-mudahan, kota dicintai warga yang sehat dan harapan bahwa wabah ini segera berakhir. Saya merindukan pantai, menempatkan matahari dan gelombang di sana. aku sudah lama ingin makanan khas di sana dan kami kalah dengan orang-orang terdekat saya. Tapi aku harus panggil untuk membantu orang lain lebih besar.

Silakan berdoa untuk saya dan pejuang COVID terutama mengingat kesehatan dan bisa pulang dengan wajah gembira dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga “Dayantri menulis dalam pesan Facebook telah dimiliki, Selasa (2020/04/14).

“Saludos ia kehilangan dari salah satu pejuang garda depan,” lanjutnya.

3. Donasi gaji kepada para korban pandemi COVID-19
Seorang perawat dari rumah sakit Panti Rapi Yogyakarta, Elizabeth Wahyu Wulan terbuka, menyumbangkan gajinya untuk membantu mereka yang terkena virus pandemi, Corona. Wahyu, ucapan, menyumbangkan gaji April lalu melalui studi Gadhung Mlati, Magelang.

“Saya pindah untuk berpartisipasi menyumbangkan apa yang Anda bisa,” kata Wahyu, Sabtu (2020/04/25).

“Saya melihat banyak akan kehilangan pekerjaan mereka karena PHK atau diberhentikan dan banyak lainnya. Jadi, pindah ke bantuan orang lain mengenai dampak pandemi ini,” lanjutnya.

Sumbangan itu diberikan wahyu pada Jumat (2020/04/24) Kemarin, ketika saya masih bertugas. Ia juga mengklaim bahwa masih memiliki tabungan untuk memenuhi bertemu bulan depan.

“Untuk kebutuhan bulan berikutnya, tabungan hidup saya,” katanya.

4. Haus selama layanan, tetapi tidak berani minum
Sebuah foto virus di jaringan sosial untuk meminta perawat pasien COVID-19 menulis pesan ‘Aji Umm, aku haus, tetapi tidak berani minum’. Foto menunjukkan penggunaan perawat alat pelindung diri (APD) lengkap dengan selembar kertas dengan pesan menyentuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *