Penyebab Air Ketuban Ibu Hamil Sedikit

Keluarga Berencana Adalah Hak Asasi Setiap Manusia

5 Penyebab Air Ketuban Ibu Hamil Sedikit

Penyebab Air Ketuban Ibu Hamil Sedikit – Tidak semua ibu hamil memiliki volume air ketuban yang normal selama kehamilannya. Ada beberapa ibu hamil yang jumlah air ketubannya terlalu sedikit atau disebut juga oligohidramnion. Kondisi ini paling sering terjadi pada trimester akhir kehamilan, tetapi tidak menutup kemungkinan kurangnya jumlah air ketuban terjadi pada usia kehamilan yang lebih awal.

Penyebab Air Ketuban Sedikit
Air ketuban mengandung nutrisi, hormon, dan sel pembentuk sistem kekebalan tubuh yang dihasilkan oleh ibu. Namun pada usia kehamilan 20 minggu, komposisi air ketuban akan lebih didominasi oleh urine janin. Oleh karena itu, kelainan pada sistem saluran kemih janin juga dapat memengaruhi volume air ketuban.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan volume air ketuban menjadi sedikit:

1. Komplikasi kehamilan kembar
Air ketuban sedikit juga dapat terjadi bila ibu hamil mengandung lebih dari satu janin di dalam rahimnya. Pasalnya, pada kehamilan kembar identik, ibu hamil berisiko mengalami komplikasi twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Komplikasi ini membuat janin kembar saling berbagi plasenta yang memungkinkan salah satunya harus menerima sedikit air ketuban.

2. Sistem kemih janin tidak berkembang sempurna
Salah satu penyebab air ketuban sedikit adalah sistem kemih janin tidak berkembang sempurna. Jika sistem kemih dan ginjalnya gagal berkembang, maka janin hanya akan menghasilkan sedikit urine. Padahal, urine merupakan komponen utama air ketuban saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.

3. Ketuban pecah dini
Robekan kecil pada kantung ketuban bisa menyebabkan cairan ketuban merembes keluar dari rahim. Jika ketuban pecah dini dibiarkan, maka volume air ketuban akan berkurang atau bahkan habis sama sekali, hingga menyebabkan gangguan pada janin.

4. Gangguan plasenta
Gangguan plasenta, seperti solusio plasenta, menyebabkan aliran darah dan asupan nutrisi untuk janin menjadi terhambat. Hal ini membuat produksi urine janin terganggu, sehingga jumlah air ketuban menjadi sedikit.

5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu
Ibu hamil yang sedang mengonsumsi golongan obat darah tinggi golongan angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor) juga dapat menyebabkan volume air ketuban menjadi sedikit. Obat yang termasuk ke dalam golongan ACE inhibitor antara lain ramipril, captopril, dan lisinopril.

Selain faktor di atas, penyakit-penyakit tertentu yang diderita oleh ibu hamil, seperti hipertensi, diabetes, atau lupus, juga bisa meningkatkan risiko ibu hamil memiliki jumlah air ketuban yang sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *