Tips Menggendong Bayi Usia 4 Bulan

Tips Menggendong Bayi Usia 4 Bulan

Tips Menggendong Bayi Usia 4 Bulan

Tips Menggendong Bayi Usia 4 Bulan – Dengan berbagai alasan, banyak orang enggan menggendong bayi. Misalnya takut bayinya terkilir, takut bayinya jatuh atau memberontak dan semacamnya. Memang cara menggendong bayi berbeda-beda di setiap usia.

Saat memasuki usia 4 bulan, si kecil siap untuk bersenang-senang, bermain, dan mulai mencoba berinteraksi dengan lingkungannya, Bunda. Si kecil juga akan sering mengoceh, dengan mengeluarkan vokal seperti “ga-ga-ga” atau “ba-ba-ba.”

Eksplorasi lainnya yang dilakukannya, dikutip dari What to Expect, ialah dengan berguling-guling, dan menjangkau benda atau mainan yang menarik perhatiannya. Ia juga dapat mengangkat tangan, kepala dan dada saat tengkurap, serta menjaga kepalanya tetap tegak atau bersandar ketika dalam posisi duduk.

Dengan mulai terbentuknya otot yang membuat tubuhnya lebih kokoh di usia 4 bulan, kini Bunda dapat lebih sering menggendongnya. Kegiatan ini menjadi salah satu aktivitas yang bermanfaat bagi Bunda dan si kecil.

Dengan menggendongnya, Bunda dapat memenuhi kebutuhan kontak fisik yang intensif bagi bayi. Nantinya, ini akan menjadi caranya beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan baru.

Selain itu, menggendong bayi juga dapat merangsang otot dan perkembangan pinggulnya dengan benar. Ditambah lagi, kegiatan ini mampu membangun bonding antara Bunda dengan si kecil.

Menggendong bayi usia 4 bulan mungkin akan menjadi lebih menyenangkan dibanding sebelumnya, Bunda. Karena pada usia ini, tubuh si kecil sudah lebih kuat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Posisi gendongan bayi berusia 4 bulan juga sudah lebih luwes. Ia bisa digendong menghadap ke depan, belakang, atau berhadapan.

Karena saat usia ini bayi sudah dapat duduk, ia akan lebih senang jika digendong dengan posisi setengah duduk menghadap ke depan dibanding dibaringkan, Bunda. Biasanya dapat dilakukan dengan menahan pinggulnya di perut Bunda dengan satu tangan, lalu tangan lainnya memegang dada agar tubuh atas hingga kepalanya menyandar pada dada.

Bunda juga bisa memakai alat gendong bayi. Sebenarnya, alat ini sudah dapat digunakan lebih awal oleh si kecil, cuma lakukan hati-hati demi keamanan serta kenyamanan buah hati.

Jika Bunda tertarik untuk mencoba pakai alat gendong bayi, hal yang perlu Bunda lakukan pertama kali ialah dengan meneliti jenis gendongan yang tersedia. Cobalah satu per satu agar Bunda dapat memutuskan mana yang cocok dan membuat si kecil nyaman. Setelah itu, Bunda bisa mencoba menggendongnya menggunakan alat tersebut.

Dikutip dari Carrying Matters, gendongan dengan posisi bayi di depan adalah posisi yang paling umum untuk bayi. Karena ini adalah posisi yang dinikmati bayi dan membuat Bunda lebih mudah memantaunya.

Menggendong dengan posisi ini juga membuat Bunda merasa aman karena mampu melihat perubahan pola pernapasan dan segera bisa mengetahui jika bayi mulai tidak nyaman. Menggendong dengan posisi belakang pun bisa, tapi mungkin akan lebih aman diterapkan pada bayi berusia 1 tahun ke atas.

Beberapa bayi ada yang berkembang dengan cepat dan lambat, tergantung sejumlah faktor. Sehingga, kemungkinan ada bayi yang belum bisa digendong dengan beberapa cara tersebut.